Langsung ke konten utama

"Ibu, aku sudah bisa duduk sendiri...."

 Postingan yang tertunda, nich...

Senangnya Bunuk lihat Kenzi kemarin. Saat bersandar gaya putra duyung, tiba-tiba Kenzi bergerak ke depan dan langsung posisi duduk. Bunuk senang dan sengaja membiarkan Kenzi dalam posisi itu untuk beberapa waktu. Rupanya tidak berapa lama, Kenzi maish jatuh, hehehe,,, ga papa ya, sayang, kan sedang belajar....
Kemarin sore, Kenzi ke gereja. Di gereja, sikap Kenzi nice banget.... Saat datang di barisan akhir (karena kalau Bunuk pilih ke depan, takut Kenzi rewel. Kalau di belakang, Bunuk atau Baton kan bisa langsung bawa Kenzi keluar) Kenzi tampak tertawa senang, apalagi di belakang Kenzi ada anak kecil juga seusia Farrel (teman Kenzi di dekat rumah Mbah Kakung Gunung Sulah). Kenzi tunjukkan senyum mautnya, dan sesekali tunjukkan muka jeleknya...qiqiqi.

Pulang dari gereja, Kenzi ikut mobil Mbah Aung Koga sama Mbah Uti dan Mamas Tama. Kenzi masih saja tunjukkan tawa bahagianya. Saat di gereja dan di mobil, maunya main terus sama Mamas. Belum sampai di rumah Mbah Aung, Kenzi sudah tidur. Tampaknya kelelahan. Oya, saat masih di gereja, banyak yang kasih berkat buat Kenzi (memberi tanda salib di dahi Kenzi). Semoga selalu dalam lindungan kasih Tuhan Yesus, ya, Nak....

Kalau teman-teman Kenzi yang lain akan langsung tepuk tangan jika mendengar lagu pok ameame, Kenzi akan langsung tepuk tangan kalau dengar lagu Tepuk Tangan Semua (ciptaannya Bunuk, qiqiqi). Sebenarnya sih, ada beberapa lagu ciptaan Bunuk buat Kenzi yang lain, tapi Baton belum sempat launcing lagu-lagunya... (duh, Bunuk mulai narsist lagi, deh).
Teman-teman Kenzi di rumah (Farrel, Mas Jaya, Mas Chandra, Mas Ryan, Mas Iyo, Mbak Kayla, Mbak Pita, dan Gadis) serta Bude Yati, Mbah Putri Dayat, Pakde No, Opung Gito, sering ditunjukkan gaya jelek ala Kenzi. Kalau Bunuk gambarkan, matanya disipitkan, mulutnya dibuka, dan hidungnya yang pesek seperti kelipat... hehehe. Akan Bunuk tunjukkan di blog fotonya.




Komentar

  1. wah, congrat ya mas kenzi atas milestonenya...mana fotonya bunuk?

    BalasHapus
  2. fofotnya mesti diupload dr ponsel, cin...wah, soal rencana liburan itu, baton ga bisa juga. sabtu dan minggu mesti cari seseran, wkwkwk. Kalo ke karang, sempatkan mampir, ya....with love

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Sesi 1 Crop Gambar di Microsoft Word

Wah, karena gak tahu lagi harus menjawab dengan cara apa, akhirnya pakai cara ini berhasil,,,ya sudahlah....jawabnya di sini saja... Untuk Ibu Yogawiyati, ini jawaban saya selanjutnya ya bu....hehhehehe

Anak-Anak Terang

Tama, Kenzi, and Baby T Satu hal yang diharapkan seorang wanita saat ia menikah adalah keturunan! Mungkin itu pula yang mendorong sebagian besar keluarga muda untuk mencari cara bagaimana caranya biar cepat hamil. Walaupun kemudian keinginan itu harus ditunda karena beberapa alasan. Namun, yang paling diinginkan dalam sebuah keluarga adalah tentunya anak-anak. Anak-anak yang lahir dalam sebuah keluarga menjadi penerus keturunan. Karena anak adalah aset keluarga, harta yang tak ternilai, yang tak bisa dibandingkan dengan harta apapun. Anak-anak yang bahagia, cerdas, dan membanggakan adalah anak-anak yang diharapkan menjadi bagian kehidupan sebuah keluarga. Walaupun, tentu saja, hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Orang tua memiliki peranan penting dan usaha yang ekstra keras untuk mewujudkan itu semua. Di era modern ini, teknologi sudah mengambil peranan yang begitu sensitif bagi perkembangan anak-anak, khususnya anak-anak Indonesia. Layaknya sudah menggantikan berb...

Teman atau Sahabat???

Menemukan sahabat bukanlah sesuatu yang mudah. Sangat sulit bahkan. Banyak menemukan teman yang senang saat kita bahagia, tetapi menemukan sosok yang hadir saat kita merasa gundah dan sedih bukanlah sesuatu yang mudah. Ada berbagai hal yang mempengaruhi itu. Karakter dan kepribadian setiap orang menjadi cerminan siapa sosok yang dekat dengan dia. Menurutku, sosok sahabat semakin bertambahnya usia semakin bergeser. Di kala sekolah sampai di bangku perkuliahan, sosok sahabat kuanggap adalah teman-teman yang mengelilingi aku, yang bisa kongkow bareng, makan bareng saat dosen gak dateng. Sampai kemudian satu per satu kami menikah, bertemu pun jarang, sehingga sebuah pertemuan menjadi sesuatu yang sangat berharga. Namun, merasa tidak? Permasalahan-permasalahan yang mungkin dialami oleh satu per satu kami tidak banyak teman dan sahabat (yang bisa kubilang) yang mengetahui permasalahan yang terjadi. Ada teman yang kemudian beranggapan bahwa teman dan sahabat tidak peduli, padahal si tem...