Langsung ke konten utama

PANTUN

Pembelajaran pantun di kelas, bisa menjadi salah satu pelajaran yang menarik bagi siswa. Hal ini pun tergantung dari bagaimana guru mengajarkan (metode pengajaran) yang dilakukan di kelas.
Pantun adalah salah satu sastra lama yang berasal dari Melayu.
Ciri-ciri pantun:
a. Dalam tiap bait terdiri dari 4 baris.
b. Baris 1 dan 2 disebut sampiran sedangkan baris 3 dan 4 disebut isi.
c. Untuk mengethaui jenis pantun, pembaca bisa membaca di baris 3 dan 4.
d. Baris isi dan sampiran tidak memiliki hubungan makna (biasanya) melainkan memiliki hubungan persajakan.
e. Pantun biasanya bersajak aaaa dan abab.
f. Dalam tiap baris berjumlah 8-12 suku kata.

Untuk memudahkan siswa membuat pantun, caranya adalah:
1. Tahu jenis pantun apa yang akan kita buat.
2. Buatlah terlebih dahulu baris 3 dan 4 (baris isi).
3. Selanjutnya dibuat baris sampiran (baris 1 dan 2).
4. Pilihlah kata-kata yang menarik (diksi).

Pembelajaran pantun di kelas bisa dilakukan dengan memberikan contoh terlebih dahulu, kemudian guru mengajak para siswa untuk menyanyikan pantun seperti nada lagu rasa sayange. Hal ini dapat membuat siswa tertarik.
Ajaklah siswa membuat pantun hasil karyanya, atau untuk lebih memudahkan siswa agar cepat mengerti, guru terlebih dahulu memancingnya dengan memberikan baris isi terlebih dahulu dan siswa selanjutnya diajak untuk mencari bersama-sama baris sampirannya.

Demikian, semoga membantu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Sesi 1 Crop Gambar di Microsoft Word

Wah, karena gak tahu lagi harus menjawab dengan cara apa, akhirnya pakai cara ini berhasil,,,ya sudahlah....jawabnya di sini saja... Untuk Ibu Yogawiyati, ini jawaban saya selanjutnya ya bu....hehhehehe

Rumahku "Mewah" alias Mepet Sawah

  Beda Suasana, Beda Rasanya Kami sekeluarga sekarang tinggal di sebuah desa perbatasan Bandarlampung-Lampung Selatan. Desa kami masih di lokasi Bandarlampung. Tepatnya di Way Kandis, Bandarlampung. Membahagiakan sekaligus mempersiapkan segalanya, mental dan material untuk kami siap tinggal di rumah kami. belajar berdikari, mengelola segalanya berdua, dan hidup sebagai sebuah keluarga kecil di suatu masyarakat sosial yang notabene masih keluarga muda. Rumah kami yang "mewah" alias mepet sawah, hahahahhahaha, menjadi rumah di mana kami berteduh dari panas dan hujan, tempat kami berbagi suka dan duka, tempat kami berbagi tawa dan kegembiraan, tempat kami mempersiapkan masa depan, tempat bernaung yang nyaman, insya Allah....  :)) Malam pertama kami tidur di rumah Way Kandis terasa agak aneh, karena ketika di Gunung Sulah lingkungan sosialnya ramai 24 jam. Tiba-tiba harus berhadapan dengan suasana desa dan perkampungan, yang pukul 6 sore suasana sudah sangat sepi. Hari it...

Pelatihan Guru Pembelajar di SMKN 4 Bandarlampung

Finally, ikut juga pelatihan Guru Pembelajar. Berlokasi di SMKN 4 Bandarlampung, saya dan teman-teman dari beberapa Sekolah Dasar berkumpul bersama untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tujuannya biar guru-gurunya tambah pinter dan makin berkualitas. amin. Ada gambar yang mau ku upload, sebetulnya ini sebagai salah satu cara lain untuk menginsert jawaban yang kudu dikerjakan di rumah setelah proses latihan pembelajaran di SMKN 4 beberapa waktu yang lalu. Semoga cara ini berhasil, amin. Jadi, bapak/ ibu tentor, khususnya Ibu Yogawiyati,,,ini jawaban saya ya bu...hehhehe